Bayi yang baru lahir hingga menginjak usia satu sampai dua  tahun, masih rentan dengan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, salah satunya adalah nafas yang berbunyi. Bunyi yang dihasilkan biasanya berupa ‘grok, grok’ seperti sedang batuk. Nafas bayi bunyi bukan merupakan tanda dari suatu penyakit, hal tersebut merupakan hal yang normal dan akan hilang secara perlahan.

Bagi Anda yang khawatir dengan bunyi suara pada tenggorokan bayi tersebut, berikut merupakan beberapa penyebab yang mungkin menyebabkan suara nafas pada bayi berbunyi, yakni:

  1. Kemungkinan berasal dari air ketuban yang tidak dibersihkan secara menyeluruh ketika baru lahir, sehingga menimbulkan sisa di tenggorokan.
  2. Produksi lendir yang berlebihan pada saluran pernapasan, yang berfungsi untuk menangkap zat asing dari udara.
  3. Refleks batuk yang belum sempurna, sehingga menyisakan lendir di tenggorokan, terutama jika produksi lendirnya cukup banyak.
  4. Alergi dan mengalami retensi pada ASI, terutama di saluran pernapasan bayi.

Mengatasi Nafas Bayi Bunyi

Terdapat beberapa tanda ketika nafas bayi bunyi menjadi hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya ketika bernapas seperti sedang mendengkur, kemungkinan hal tersebut terjadi karena ada masalah dalam saluran pernapasannya.

Selanjutnya ketika napas bayi berbunyi seperti mengi, dengan suara yang melengking. Umumnya mengi juga membuat nafas bayi lebih sesak, terlihat lemah, dan bayi kesusahan untuk mengambil napas. Bayi yang mengi kemungkinan dikarenakan adanya infeksi pada saluran pernapasan.

Untuk mengatasi berbagai masalah nafas bayi yang berbunyi tersebut, Anda bisa melakukan beberapa cara dibawah ini, diantaranya adalah

:

  • Mengeluarkan Lendir dari Hidungnya

Cara pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengeluarkan lendir tersebut menggunakan alat khusus. Nafas bayi yang berbunyi terjadi karena lendir di area hidung terlalu banyak, membuat udara yang masih tersendat dan berbunyi.

Alat untuk mengeluarkan lendir tersebut disebut dengan nasal aspirator, atau lebih dikenal sebagai selang penghisap lendir pada bayi. Anda bisa mengatasi nafas bayi bunyi tersebut dengan mengencerkan lendir terlebih dahulu dengan air garam steril, kemudian memasangkan selang tersebut.

  • Menjaga Kebersihan dan Kelembapan Udara di Sekitar Bayi

Akan lebih baik apabila Anda menggunakan pelembab udara di ruangan yang sama dengan bayi, sehingga udara tetap bersih dan terjaga kelembapannya. Pada siang hari, jangan gunakan pendingin ruangan yang berpotensi membuat suhu udara berubah.

Menghindari polusi udara juga baik untuk mengatasi nafas bayi yang berbunyi, hindari asap roko, serta kendaraan bermotor. Karena asap tersebut akan mengganggu saluran napas bayi yang masih belum terjaga dengan baik.

  • Melakukan Penjemuran pada Bayi

Selanjutnya Anda bisa mengajak bayi jalan-jalan di pagi hari dan membuat mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sinar matahari akan memberikan banyak manfaat kepada tubuh bayi, terutama menghilangkan nafas bayi yang berbunyi. Anda juga bisa menggunakan Minyak Telon dari Sleek baby agar proses penjemuran makin efektif.

Namun proses penjemuran tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama, karena bayi masih rentan dengan perubahan suhu yang ekstrim. Anda bisa melakukan penjemuran maksimal 10 menit tiap harinya untuk mengatasi nafas bayi bunyi. Waktu terbaik untuk melakukan penjemuran adalah jam 9 pagi, karena sinar UV masih terdapat vitamin D di dalamnya.

Pernapasan yang berbunyi pada bayi bisa mengindikasikan banyak hal, terutama karena adanya masalah dan gangguan pada saluran pernapasan bayi jika tidak kunjung membaik. Jika nafas bayi bunyi terus menerus, sebaiknya bawa ia ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *