Anda tidak perlu khawatir jika bayi terlihat kuning setelah dilahirkan, sudah menjadi hal yang wajar dan tidak berbahaya. Tapi ada juga yang disebabkan penyakit serius dan sesegera mungkin harus mendapatkan penanaganan Dokter. Gejala yang sering muncul adalah warna urine pekat, tinja berwarna putih dan mata menguning. Langsung saja ini dia penyebab bayi kuning.

Faktor dan Penyebab Bayi Kuning

Beberapa faktor penyebab bayi menjadi kuning karena tingginya kadar bilirubin, yaitu zat yang memiliki warna kuning. Mulai diproduksi ketika sel darah merah pecah.  Pada dasarnya, tubuh bayi manapun pasti banyak memproduksinya dibanding dengan orang dewasa.

Tapi apabila organ hati yang bertugas membuangnya tidak bisa bekerja dengan baik dan sepenuhnya berkembang. Maka pada akhirnya bilirubin akan menumpuk sehingga timbullah penyakit kuning. Beberapa ada yang bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Tapi karena tidak semuanya memiliki ketahanan yang sama, maka patut diwaspadai.

Biasanya penyakit kuning yang perlu diwaspadai apabila ia datang lebih cepat yaitu antara 1-3 hari setelah dilahirkan ataupun lebih lambat yaitu saat usianya lebih dari 2 minggu. Kondisi di bawah ini mampu membuat bayi mengidap penyakit kuning.

  • Efek samping konsumsi obat-obatan tertentu
  • Gangguan saluran empedu dan organ hati. Contohnya adalah atresia, cystic fibrosis, bahkan hepatitis yang sangat berbahaya.
  • Kelainan pada sel darah merah. Misalkan anemia sel sabit, inkompatibilitas rhesus ataupun anemia hemolitik.
  • Kelainan genetik (bawaan sejak lahir)
  • Penyakit infeksi
  • Kekurangan hipoksia atau oksigen
  • Hipotiroid kongennital

Atau bayi akan lebih beresiko terkena penyakit ini jika :

  • Lahirnya prematur, artinya sebelum usia kehamilan 37 minggu Ia sudah berada di dunia.
  • Penyakit diabetes gestasional bawaan ibu.
  • Asupan ASI atau susu formula sangat kurang.
  • Terjadinya cedera atau memar ketika persalinan.

Bagaimana Cara Menangani Bayi Kuning?

Pada umumnya, bayi yang menderita penyakit kunuong akan membaik seiring berjalannya waktu, atau paling lama 1-2 minggu. Yang harus Anda lakukan hanyalah menambah intensitas pemberian ASI dan susu formula.Namun jika tak kunjung membaik, bisa melakukan beberapa cara berikut ini :

  1. Fototerapi

Yaitu metode merawat bayi kuning dengan membiarkannya mendapat paparan cahaya. Tujuannya agar bilirubin hancur dan mudah dikeluarkan lewat tinja.

  1. Memberikan Suntikan Imunoglobulin

Pengobatan ini dilakukan jika darah bayi dengan ibu berbeda. Karena kemungkinan besar, si bayi membawa antobodi tertentu dari sang ibu sebagai penyebab bilirubin meningkat drastis. Inilah tujuan suntikan imunoglobulin, yaitu untuk mengurangi antibodinya. Sehingga bilirubin bisa menurun secara drastis.

  1. Transfusi Darah

Apabila kedua cara di atas tidak efektif untuk dilakukan, maka bisa menggunakan transfusi darah. Darah bayi diambil dan mengagantikannya dengan golongan yang sama.

Cara Lainnya

Untuk pencegahan, Anda bisa menggunakan sleek baby telom oil. Mampu memberikan kehangatan sejak dalam kandungan. Termasuk mengobati penyakit kuning. Mengandung 2x minyak telon biasa dan sangat kaya akan minyak anisi yang juga mampu menghindarkan bayi dari perut kembung.

Anda tidak akan mengalami kerugian apapun jika menggunakan produk sleek baby. Karena sudah aman terkendali, dipercaya oleh banyak orang tua di Indonesia, aman dan nyaman untuk bayi Anda

Cara penggunaannya cukup mudah loh. Tuangkan sleek baby oil ke tangan lalu oleskan secara perlahan pada kulit bayi ke bagian tubuh yang dingin dari mulai dada hingga kaki. Aman digunakan secara terus menerus. Tetap perhatikan dan hindari segala sesuatu yang menjadi penyebab bayi kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *