Desain undangan yang sesuai keinginan memberikan kepuasan menjelang momen spesial. Salah yang berpengaruh adalah border undangan pernikahan. Agar menyatu, pilihlah border yang sesuai dengan style undangan. Ketidakcocokan akan terjadi apabila memakai border bunga untuk style retro, misalnya. Karena ada border yang hanya cocok untuk style tertentu dan ada juga yang fleksibel.

Contoh Style yang Bisa Dipilih untuk Undangan

  1. Style Tradisional

Walaupun terbilang tradisional, namun sampai sekarang masih banyak undangan yang mengadopsi style ini. Hal tersebut karena style tradisional tidak usang oleh waktu sehingga tetap cocok digunakan kapan pun. Desainnya terkesan elegan dengan meminimalisir penggunaan banyak ornamen dan kombinasi bentuk geometri. Warnanya pun cenderung soft dengan kombinasi yang tidak terlalu kontras.

Selain itu, style ini juga khas dengan penggunaan bunga-bunga untuk mempercantik undangan. Bunga-bunga tersebut dapat digunakan sebagai hiasan semata atau pun border undangan. Apabila sebagai border, biasanya berbentuk rangkaian bunga kecil-kecil atau buket bunga yang dikombinasikan dengan garis-garis lengkung. Selain itu, bunga juga bisa diposisikan dengan border garis-garis lurus.

  1. Style Vintage

Bukan hanya trend di dunia fashion, style vintage juga digunakan untuk mendesain undangan. Style lawas ini kerap menonjolkan warna-warna yang soft dibandingkan warna bold. Selain itu, vintage juga menggunakan motif bunga sebagai hiasannya. Selain bunga, garis-garis lurus juga ditonjolkan dalam style ini. Keduanya pun dapat dikombinasikan.

Border yang cocok untuk style ini adalah bunga-bunga dan garis. Apabila full menggunakan border bunga, maka usahakan memilih bentuk yang tidak terlalu besar. Kombinasikan bentuk-bentuk seperti kotak atau belah ketupat pada bagian tengah. Apabila menggunakan bunga yang agak besar, maka gunakan untuk border luar dan kombinasikan dengan border garis tegak pada bagian dalam.

  1. Style Retro

Walaupun sama-sama style tempo dulu, retro tetap berbeda dengan vintage. Retro lebih menonjolkan warna-warna terang, dan memilih kombinasi warna yang dapat memunculkan kontras yang jelas. Walaupun begitu, retro tetap tidak terlihat norak karena tidak sembarang pula dalam memadukan warna. Style ini tidak menggunakan motif bunga melainkan bentuk simetris yang repetitif.

Anda bisa menggunakan border berupa garis-garis tegak lurus khas retro yang berwarna tegas. Tidak hanya satu garis melainkan dua atau tiga garis dengan ketebalan yang berbeda mengingat retro sangat khas dengan pola yang repetitif. Border garis tersebut dapat dikombinasikan dengan bentuk-bentuk simetris sebagai background undangan atau pun hiasan pojok-pojok border.

Memilih border untuk undangan pernikahan memang harus disesuaikan dengan desain utama yang digunakan. Mengingat tidak semua jenis border cocok dengan tema tertentu. Selain itu, sesuaikan juga dengan jenis font yang akan digunakan sehingga terlihat menyatu dengan keseluruhan undangan. Anda bisa menggunakan font klasik yang timeless seperti Chopin, Freebooter, dan Shardee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *